A.KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP BERDASARKAN KRITERIA TERTENTU(BIOFISIK,SOSIAL-EKONOMI,DAN BUDAYA)
1. Penggertian lingkungan hidup dan komponennya.
Lingkungan hidup diartikan sebagai keseluruhan unsur atau komponen,maka tentu saja setiap lingkungaan hidup dibedakan menjadi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
Komponen lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 yaitu komponen benda-benda hidup(biotik),contohnya manusia,hewan dan tumbuhan.komponen benda-benda mati (abiotik) contohnya udara, tanah, air.baik komponen biotik maupun abiotik membentuk suatu kesatuan atau tatanan yang disebut ekosistem,sehingga lingkungan hidup sering disebut juga dengan ekosistem.
Selain itu terdapat juga lingkungan social.lingkungan sosial itu sendiri adalah lingkungan abiotik dan biotik saling berinteraksi.contohnya adat istiadat.
2. Kriteria hokum-hukum yang berlaku dalam suatu lingkungan.
Setiap lingkungan hidup diatur oleh suatu hukum alam secara otomatis.maksudnya jika salah satu komponen mengalami kerusakan,akan menyebabkan kerusakan pada komponen komponen yang lain,karena dalam suatu lingkungan hidup ada yang disebut dengan kaidah satu sama lain.

Dari gambar di atas jelaslah apa yang dimaksud rantai makanan dalam suatu lingkungan. Pada dasarnya tiap-tiap komponen dalam ling kungan hidup dapat dikatakan sebagai satu untuk yang lain, yang dalam hal ini digambarkan bahwa binatang mati, busuk, diserap ta nah, menjadi pupuk bagi tumbuhnya rumput, rumput dimakan kambing, kam bing dimakan harimau, dan seterusnya.
Rantai makanan adalah suatu proses rangkaian makanan dan dimakan dengan urutan tertentu yang ditunjukan dalam satu daerah.
Dari uraian diatas maka diperoleh beberapa hukum.kaidah dari lingkungan hidup misalnya:
a. Suatu lingkungan memilik keteraturan secara ilmiah.
b. Suatu lingkungan mempunyai kemampuan tersendiri dalam keadaan masih berimbang.
c. Unsur-unsur dalam suatu lingkungan hidup berinteraksi satu sama lain secara ilmiah.
d. Interaksi dalam komponen suatu lingkungan dilakukan oleh masing-masing unsur.
e. Dalam batas tertentu terjadi perubahan susunan komponen.

Terdapat juga faktor lain dari suatu lingkungan hidup yaitu:
a. jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkunga hidup.
b. Hubungan atau interaksi dalam lingkungan hidup.
c. Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup.
d. Faktor non material,antar lain kondisi suhu,cahaya dan kebisingan.
e. Keadaan fisik akan berpengaruh terhadap ekonomi.

3. Pemanfaatan lingkungan hidup
Lingkungan hidup yang serasi dan seimbang sangat diperlukan karena merupakan unsur penentu kehidupan suatu bangsa.indonesia sebagai suatu negara wajib menjaga dan melesatrikan lingkungan hidup untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kepentingan bersama bagi generasi kini dan mendatang.Apabila lingkungan hidup kita baik maka pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah pun berjalan lancar.
Pembangunan yang dilaksanakan diindonesia adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan walaupun pada kenyataannya lingkungan hidup indonesia masih memprihatikan.
Setiap pemanfaatan lingkungan hidup harus bertujuan sebagai:
a. Tercapainya keselarasan,keserasian,dan keseimbangan antar manusia dan lingkungan hidup.
b. Terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan hidup.
c. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan mendatang.
d. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
Beberapa pemannfaatan lingkungan hidup adalah sebagai berikut:
a. Diperguankan untuk memnuhi kebutuhan hidup manusia.
b. Digunakann untuk industri.
c. Digunakan pemerintah sebagai konversi agar lingkungan hidup tetap terjaga.
d. Digunakan sebagai bahan kajian,penelitian,dan pengembangan oleh pihak-pihak terkait.

Pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara ternyata dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Sejalan dengan itu eksploitasi sumber daya alam semakin meningkat. Akibatnya persediaan sumber daya alam makin terkuras dan pencemaran lingkungan semakin meningkat. Hal ini terjadi tidak hanya pada nega ra maju, tetapi juga terjadi pada negara
berkembang, termasuk Indonesia. Negara maju masih meneruskan pola hidupnya yang mewah dan boros. Jumlah industri, ken daraan bermotor, dan konsumsi energi terus meningkat dalam memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Sementara negara berkembang berusaha keluar dari kemiskinannya melalui peningkatan pembangunan. Untuk itu, eksploitasi sumber daya alam dilakukan, baik untuk kebutuhan dalam negeri, maupun untuk ekspor. Eksploitasi sumber daya alam yang terus-menerus dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungan menyebabkan bencana lingkungan yang terjadi di berbagai bagian bumi makin beragam. Keberadaan industri dalam bentuk pabrik-pabrik atau teknologi lainnya
Pada dasarnya muncul karena tersedianya unsur alam yang memerlukan proses lebih lanjut sehingga memiliki nilai tambah. Unsur lingkungan alam inilah yang disebut bahan baku atau bahan mentah, atau mungkin bahan setengah jadi. Industrialisasi baik itu industri besar, menengah, kecil, dan rumah tangga adalah proses pengolahan bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi. Luaran atau hasil yang berupa barang jadi itu menjadi jelas kegunaan dan harganya menjadi meningkat. Usaha inilah yang menjadikan diperoleh keuntungan yang besar. Usaha industrialisasi ini, membutuhkan tenaga kerja yang banyak sehingga memerlukan seleksi kemampuan. Dalam penyerapan tenaga kerja ini sangat penting bagi penduduk. Industrialisasi ini terjadi karena adanya persediaan bahan mentah yang belum jelas nilainya kemudian diolah atau diproses menggunakan mesin pabrik atau peralatan lainnya.
Datanglah ke perpustakaan dan carilah buku atau artikel-artikel dari surat kabar atau majalah yang berisi tentang masalah lingkungan hidup untuk menambah wawasan konsep lingkungan hidup!
Berbagai gangguan lingkungan yang mengancam kehidupan tersebut menarik perhatian para ahli. The Club of Rome dalam penelitiannya berhasil menemukan adanya lima faktor yang saling berkaitan dan berkembang secara eksponensial yang menyebabkan rusaknya lingkungan. Kelima factor tersebut adalah pertumbuhan penduduk, peningkatan produksi pertanian, pengembangan industri, pencemaran lingkungan, dan konsumsi sumbersumber alam yang tidak dapat diperbarui makin meningkat. Bila kelima faktor tersebut tidak diperhatikan, tidak dikelola dengan baik, dan tidak segera diatasi permasalahan yang timbul maka diperkirakan pada tahun 2100 mendatang manusia akan dihadapkan dengan kehancuran bumi tempat tinggalnya. Hal tersebut akan diawali dengan munculnya berbagai bencana yang mengganggu kehidupan manusia.
Studi Amdal Sangat Diperlukan
Proyek pembangunan apapun bentuknya diharapkan mempunyai dampak positif bagi negara. Bagi negara tentunya berupa keuntungan berupa pemasukan pajak, atau menambah peningkatan ekonomi yang lain.
Bagi manusia adalah diperolehnya keuntungan ekonomis ataupun psikologis akibat kehadiran pembangunan sumber daya buatan tersebut. Untuk mengetahui sejauh mana proyek itu akan memberi dampak positif, dalam arti memberikan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan negatifnya maka diperlukan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Studi ini dimaksudkan untuk meneliti sejauh mana keuntungan yang akan diperoleh bagi masyarakat dan dampak negatif apakah yang mungkin ditimbulkannya. Misalnya bila pembangunan itu menghasilkan limbah, limbah tersebut dapat membahayakan lingkungan atau tidak. Artinya apakah limbah itu akan mencemari air, tanah, atau udara di sekitarnya. Studi AMDAL ini penting untuk disetujui atau tidaknya proyek bangunan tersebut. Bila keuntungannya sangat besar dan sedikit dampak negatifnya, artinya dampak negatif itu dapat ditekan sekecil kecilnya maka proyek itu kemungkinan besar dapat disetujui untuk diwujudkan. Bila sekitarnya membahayakan maka kemungkinan ditolak.

B. KETERBATASAN EKOLOGIS DALAM PEMBANGUNAN DAN UPAYA MENGATASINYA.
Meningkatnya jumlah penduduk bumi menyebabkan peningkatan ber bagai kebutuhan, mulai dari pangan, sandang, maupun pemukiman. Dibutuhkan pula sumber daya alam lainnya seperti tanah, air, energi, mineral, dan lainnya yang diambil dari persediaan sumber daya alam di bumi. Semula kehidupan manusia di bumi di kuasai oleh alam, namun dengan munculnya etika Ba rat lahirlah sistem nilai yang hakikatnya memandang bahwa manusialah yang menguasai dan menjadi pusat (antroposentris). Dalam sistem nilai seperti ini lahirlah anggap an bahwa apa yang ada di bumi ini adalah untuk manusia. Di samping kebutuhan tersebut maka pada manusia terdapat keinginan-keinginan agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan untuk kepentingan manusia menyebabkan menipisnya perse diaan sumber daya alam, bahkan sisa-sisa pengolahan berbagai barang akhirnya menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia. Beberapa contoh mengenai terjadinya bencana lingkungan akibat pencemaran dan lainnya adalah sebagai berikut.
1. Pencemaran limbah industri dan rumah tangga me nyebabkan pencemaran air tanah dan air permukaan. Hujan asam di berbagai kota di Indonesia menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, kerusak an, dan kematian tanaman pertanian serta kerusakan hutan.
2. Pencemaran yang disebabkan kecelakaan, mi salnya bocornya pabrik pestisida di Bhopal (India) dan kecelakaan pusat listrik tenaga nuklir di Cher nobyl (Rusia) telah menimbulkan banyak kerugian.
3. Terjadinya erosi dan banjir di berbagai bagian bumi, seperti di India, Indonesia, dan Cina.
4. Terganggunya udara di kota London dan Los Angeles karena udara tercemar oleh asap berbagai industri sehingga mengganggu kesehatan penduduk.
5. Malapetaka yang terjadi di Ethiopia (Afrika) 1980, yakni kegagalan panen akibat kekeringan yang menyebabkan kelaparan dan kematian, berawal dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, penggundulan hutan, erosi tanah yang meluas, dan kurangnya dukungan terhadap program pertanian. Pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara nampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Sejalan dengan itu eksploitasi sumber daya alam semakin meningkat. Akibatnya persediaan sumber daya alam makin terkuras dan pencemaran lingkungan makin meningkat. Hal ini terjadi tidak hanya pada nega ra maju, tetapi juga terjadi pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Negara maju masih meneruskan pola hidupnya yang mewah dan boros. Jumlah industri, ken daraan bermotor, dan konsumsi energi terus meningkat dalam memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Sementara negara berkembang berusaha keluar dari kemiskinannya melalui peningkatan pembangunan. Untuk itu, eksploitasi sumber daya alam dilakukan, baik untuk kebutuhan dalam negeri, maupun untuk ekspor.

C. JARINGAN INTERAKSI UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN HIDUP(SOSIO-BIOFISIKAL)

a. Interaksi dan Rentetan Permasalahan yang Rumit
Dunia dewasa ini menghadapi suatu rentetan permasalahan yang sangat rumit, seperti penyediaan pangan dunia, pengangguran, hambatan dalam pengembangan industri, pengadaan energi dan bahan baku, pengem bangan sumber daya alam, kesempatan pendidikan, per kembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terkendali, keserakahan perusahaan multinasional dalam mencari kekayaan alam, dan akhir-akhir ini permasalah an pencemaran lingkungan hidup. Keseluruhan permasalahan tersebut saling berkaitan dan apabila direnungkan lebih dalam, pada hakikatnya bersumber pada rangkaian dari lima permasalahan pokok, yaitu:
1) Pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang semakin terbatas.
2) Dinamika kependudukan, di mana sejak abad 18, grafik kenaikan penduduk dunia sangat tajam.
3) Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.
4) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang apa bila tidak dilandasi oleh moral, akan me ngancam kese rasian kehidupan di dunia.
5) Lingkungan hidup yang semakin jelek.
Apabila penanganan permasalahan pokok dunia tidak tepat, akan saling berbenturan dan pada akhirnya akan bermuara pada perselisihan, permusuhan, perebutan, dan terjadi kerusakan lingkungan hidup. Keterkaitan antara keempat faktor ini dan keterkaitannya dengan ling kungan hidup semakin erat sehingga setiap permasalahan harus dilihat secara utuh sebagai satu kesatuan dan sebagai permasalahan bersama. Untuk lebih jelasnya lihat bagan berikut ini!

Dihadapkan pada rangkaian permasalahan yang saling berkaitan. Rangkaian pokok permasalahan dalam lingkungan hidup, yaitu sebagai berikut.
1. Pengembangan dan pemanfaatan daya alam yang semakin terbatas.
2. Grafik kenaikan penduduk dunia sejak permulaan abad ke-18 yang meningkat tajam.
3. Pertumbuhan ekonomi tidak merata.
4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dilandasi oleh moral akan mengancam keserasian kehidupan di dunia.
Permasalahan-permasalahan tersebut apabila penanganannya tidak tepat akan saling berbenturan dan menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Keterkaitan keempat faktor tersebut dan keterkaitannya dengan lingkungan hidup sedemikian erat sehingga setiap permasalahan harus dilihat secara bulat sebagai kesatuan permasalahan manusia.Berbagai permasalahan di dunia dalam hubungan penduduk, ekonomi, sumber daya alam, iptek, dan lingkungan hidup membentuk suatu hubungan yang mempengaruhi sebagai berikut.

D. PEMBANGUNAN HARUS BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN
Walaupun pembangunan kita perlukanuntuk mengatasi banyak masalah,termasuk masalah lingkungan,namun pengalaman menunjukkan,pembangunan dapat menimbulkan dampak negatif.beberapa contoh dampak negatif dari pembangunan antara lain:
1. Banyak pembangunan pengembangan sumber daya air telah menimbulkan masalah kesehatan.
2. pencemaran udara oleh mobil yang banyak terdapat di kota besar seperti,jakarta,bogor,bandung,surabaya dan medan.
3. pencemaran oleh limbah industri makin banyak diberikan di banyak daerah.

E. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MEMBAWA PERUBAHAN.
Pembangunan akan selalu membawa perubahan.sudah barang tentu perubahan yan diharapkan adalah perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang baik menurut ukuran manusia.
Usaha lain untuk meningkatkan tingkat produksi adalah dengan cara kombinasi antara satu dengan beberapa macam cara ,misalnya pengairan,pemupukan,pengendalian hama,penyakit dan gulma.
Pada mulanya kualitas lingkungan hidup ada pada tingkat yang rendah,yaitu:
1. Pada kondisi rendah(a) ini terdapat penyakit DB,kurang pangan dan sarana pendidikan yang rendah.
2. Suatu intervebsi dilakuakn untuk memberantas DB dan tejadilah suatu keseimbangan baru pada tingkat kualitas (b)
3. Intervensi untuk menaikkan produksi bahan makanan membawa keseimbangan lingkungan keseimbangan baru yang terletak pada kuallitas tingkat (c).
4. Pada kondisi selanjutnya dilakukan intervensi untuk menambah sarana pendidikan dan kondisi lingkungan dinaikkan ketingkat(d).
5. Kualitas lingkungan hidup disiusahakan untuk terus meningkat dengan kecendrungan seperti ditunjukkan garis (e).

F. INDONESIA ERA GLOBALISASI
Globalisasi adalah suatu proses penyebaran hal-hal baru,khusunya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Contoh globalisai adalah koran,majalah,radio,tv,internet ,dll.
1. Berbagai Saluran proses Globalisai
a. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan serta lembaga keagamaan.
b. Lembaga perniagaan dan industri internasional.
c. Saluran komunikasi,telekomunikasi international,dan turisme.
d. Lembaga internasional yang mengatur pertauran internasional.
e. Lembaga kenegaraan yang mengatur hubungan diplomatik.
2. Masyarakat yang menerima arus Glibalisasi adalah sebagai berikut:
a. Generasi muda.
b. Status sosialnya yang sudah mapan.
c. Orang kota.
3. Mayarakat yang menolak arus Globalisasi adalah sebagai berikut:
a. generasi tua.
b. Status sosila yang mapan dan belum siap menerima perubahan.
c. Masyarakat tertinggal yang berbeda didaerah terasing.
4. Unsur-unsur yang mudah diterima masyarakat adlalah sebagai berikut:
a. unsur globalisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
b. Teknologi tepat guna.
c. Pendidikan formal.
5. Unsur-unsur yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut:
a. unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.
b. Teknologi yang rumit dan mahal harganya.
c. Unsur budaya luar yang menyangkut paham ideologi politik dan keagamaan.
6. Dampak dari globalsasi.
1. Positif.
a. Masyarakat berwawasan semakin luas.
b. Masyarakat mengenal berbagai macam kebudayaan dari luar negeri.
c. Dapat mengembangkan kebudayaan.
d. Masyarakat bersifat kritis.
e. Memperkaya unsur kebudayaan indonesia.

2. Negatif.
a. Goncangan budaya bangsa
b. Ketimpangan budaya.
c. Memperkecil unsur kebudayaan asli indonesia.
d. Bersifat konsumerisme.

GOOD WORK.